Merupakan hal bijak mengajarkan kepada anak-anak sejak dini, akan pentingnya lingkungan hidup, sesuai logika pikiran mereka. Contoh: memperkenalkan kepada anak-anak kita cara menanam dan merawat pohon. Awal tahun ini pemerintah (Departemen Pendidikan) mulai memasukkan isu-isu lingkungan hidup ke dalam kurikulum sekolah. Waterboom Lippo Cikarang sebagai pioneer, memiliki taman edukasi lingkungan hidup (Ecofriendly Garden) yang dikemas dalam paket Ecofriendly bagi sekolah, dengan budget terjangkau, dibimbing instruktur yang ramah dan edukatif.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi staf marketing kami.
Pemanasan global merupakan penyebab semakin panasnya cuaca sekitar kita, juga merupakan penyebab semakin banyaknya bencana alam dan fenomena alam yang cenderung semakin tidak dapat diprediksi. Seperti yang diketahui pemanasan global ini terkait langsung dengan efek rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia sendiri.
Marilah kita mulai bersama-sama menjaga lingkungan dari kita sendiri dan mulailah perkenalkan pola hidup ramah lingkungan kepada orang-orang yang paling dekat dengan kita, anak-anak kita. Untuk masa depan anak-anak kita, karena mereka berhak mendapatkan bumi yang lebih baik dan bersahabat.
(Sumber : //bluegirlsqyu.wordpress.com)
Berdasarkan suatu penelitian, anak yang sejak bayi diajarkan berenang di air memiliki IQ yang lebih tinggi daripada yang tidak diajari berenang sejak bayi. Umumnya bayi yang berusia tiga bulan ke bawah tidak takut tenggelam dan memiliki reflek melangkah. Selain itu dengan berenang maka pertumbuhan motorik anak lebih maksimal.
Mengajarkan anak yang sudah besar akan lebih sulit lagi karena anak yang masih bayi lebih suka air daripada yang besar dan juga rasa takut tenggelam anak bayi lebih kecil dibandingkan dengan yang sudah besar. Dalam mengajari anak berenang, ajak anak ke kolam renang yang bersih, aman dan ada yang mengawasi. (sumber : Organisasi.org)
Rusaknya lapisan ozon bumi menyebakan radiasi ultraviolet atau UV yang mencapai bumi semakin meningkat saat ini. Radiasi ultraviolet atau UV dapat menyebabkan kerusakan kulit, bahkan secara permanen termasuk kanker kulit. Radiasi ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kulit Anda terbakar, serta menyebabkan noda-noda cokelat serta penebalan dan keringnya kulit. Radiasi UV dapat merusak DNA, menekan kekebalan tubuh, dan mengaktifkan bahan kimia dalam tubuh yang bisa menimbulkan kanker. Efek negatif lainnya adalah penuaan dini. Bahkan belakangan diketahui bahwa radiasi UVA menembus kulit lebih dalam daripada UVB, sehingga dapat menyebabkan kanker kulit, dan bisa jadi menekan sistem kekebalan tubuh.
Kulit Anda mempunyai sistem perlindungan alami yaitu lapisan melanin. Semakin cokelat warna kulit Anda maka semakin tebal lapisan melanin pada kulit Anda sehingga memberi perlindungan lebih banyak bagi kulit Anda. Oleh karena itu, di kalangan orang Afrika rendah sekali terkena kanker kulit karena pelindung alami mereka cukup kebal untuk menghadang radiasi ultraviolet (UV). Namun, bagi mereka yang berkulit putih memiliki lapisan melanin yang tipis. Oleh karena itu, semakin putih kulit seseorang, semakin rentan terhadap radiasi ultraviolet (UV).
Mengingat bahaya dari radiasi ultraviolet (UV) matahari, maka kulit perlu dilindungi meski tubuh telah menyediakan sistem perlindungan alami. Luka bakar akibat radiasi sinar matahari bisa menjadi kanker kulit 20 tahun kemudian atau lebih. Oleh karena itu, perlindungan bagi kulit terhadap sinar matahari perlu diperhatikan sejak dini. Bagaimana cara melakukannya? Berikut ini beberapa cara praktis untuk melindungi kulit Anda dari bahaya sinar matahari serta mengurangi risiko terkena kanker kulit.
• Batasi waktu terkena sinar matahari secara langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00. Karena pada saat itu radiasi ultraviolet (UV) yang berbahaya sedang pada puncaknya yaitu pada saat matahari sedang terik-teriknya.
• Periksa seluruh kulit Anda apakah ada kelainan atau tidak sedikitnya setiap tiga bulan.
• Sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, gunakan tabir surya (UV protection) berspektrum luas dengan tingkat SPF 15 atau lebih tinggi. Gunakan juga tabir surya yang mampu melindungi dari radiasi UVA dan UVB (lihat artikel Tabir Surya untuk penjelasan lebih lanjut). Oleskan tabir surya ke permukaan kulit sekitar 20 menit sebelum Anda terkena sinar matahari, lalu oleskan kembali setelah 20 menit terkena sinar matahari langsung.
• Oleskan lagi tabir surya setiap dua jam sekali sewaktu berada di luar ruangan, khususnya jika sedang berenang atau berkeringat. Tabir surya mudah terhapus karena keringat dan juga handuk.
• Kenakan pakaian yang melindungi kulit seperti topi dengan bibir topi yang lebar, kaca mata hitam dengan lensa pelindung anti UV, celana panjang, pakaian lengan panjang, ataupun jaket.
• Sebaiknya kenakan pakaian yang rajutannya rapat dengan warna yang gelap karena memberi lebih banyak perlindungan.
• Mulailah melindungi kulit sejak dini dengan mengajarkan anak-anak Anda tentang bahaya sinar matahari pada siang hari.Hindari permukaan yang memantulkan sinar matahari, seperti pasir, lantai yang kilap. Beri perhatian ekstra untuk kulit Anda jika berada di daerah tersebut.
• Sebisa mungkin Anda berlindung atau beraktivitas di tempat yang tidak terkena sinar matahari yang terik.